AHP banyak diaplikasikan dalam manajemen strategis di berbagai perusahaan dengan aneka bidang. Selain itu, AHP banyak digunakan dalam penentuan prioritas dan strategi kebijakan penentu kebijakan baik pemerintah maupun swasta. Bahkan untuk pemilihan alternatif tertentu, seperti pemilihan calon pasangan/istri seperti gambar di atas, AHP layak digunakan.
Pusat Riset, Konsultasi, Pelatihan dan Seminar tentang Metode Analytic Hierarchy Process (AHP)
Selasa, 09 Februari 2016
Jumat, 15 Januari 2016
Selasa, 05 Januari 2016
Kuesioner dalam Software
Dalam metode AHP, kuesioner yang telah diisi oleh responden expert kemudian diinput melalui software. Jawaban responden harus memiliki konsistensi tinggi. Nilai inkonsistensi yang diperbolehkan adalah kurang dari 10% (0,1). Berikut ini adalah contoh tampilan kuesioner AHP dalam format software Expert Choice.
Senin, 07 Desember 2015
Struktur Hirarki dalam AHP
Dalam AHP, dikenal level hirarki. Level paling atas adalah cluster tujuan (goal). Selanjutnya adalah level kriteria, lalu diikuti dengan level subkriteria. Level paling bawah dan biasanya menjadi pembahasan utama adalah cluster alternatif. Gambar di atas menunjukkan gambaran sederhana terkait leveling hirarki dalam kerangka AHP.
Selasa, 17 November 2015
Tingkat Kepentingan
Perbandingan berpasangan adalah salah satu hal penting dalam metode AHP. Tingkat kepentingan dalam AHP terbagi ke dalam 9 intensitas kepentingan. Gradasi pemilihan tingkat kepentingan ini berarti bahwa angka 1 menunjukkan kedua elemen atau alternatif yang dibandingkan adalah sama penting (equal). Angka 2 menunjukkan bahwa elemen A sedikit lebih penting dibanding elemen B. Sebaliknya, angka paling besar yakni 9 menunjukkan bahwa elemen A jauh lebih penting dari elemen B dalam pencapaian tujuan.
Selasa, 13 Oktober 2015
Prioritas berdasarkan tujuan
Hasil prioritas olah AHP didapatkan dari nilai eigen value dengan melihat nilai paling besar. Total eigen value dalam satu cluster akan bernilai 1. Selain dengan cara tersebut, penilaian dapat juga dengan meranking elemen terbesar dengan angka 1. Sisa elemen lain dibagi dengan eigen value elemen terbesar tersebut. Gambar di atas menampilkan hasil dimaksud.
Sabtu, 05 September 2015
Langganan:
Postingan (Atom)





